Senin, 16 Juni 2014

INTELIGENSI


Tes Individual
Tes ini terdiri dari 2 tes yaitu : Tes Binet & Tes Skala Wechsler

A.    Tes Binet
Tes Binet dikemukakan oleh Alfred Binet pada tahun 1904. Tes ini dinamakan tes Skala 1905.tes ini terdiri dari 30 pertanyaan dan kemampuan menyentuh telinga, mendesain berdasarkan pemikiran dan mendefenisikan konsep yang abstrak.
Alfred Binet mengembangkan konsep MA (Mental Age) atau Usia Mental
Pada tahun 1912, William Stern menciptakan tes IQ (Intellingence Quotient)
Konsep atau rumusnya adalah :                  MA (Mental Age)_x 100
                                                            CA (Chronological Age)
Dijelaskan bahwa mental age/usia mental dibagi chronological age/usia kronogi dikali 100
Jika mental age =  chronological age, IQ yang didapat adalah 100
 Jika mental age > chronological age, IQ yang didapat adalah lebih dari 100
Jika mental age < chronological age, IQ yang didapat adalah kurang dari 100
Revisi-revisi dari tes binet ini dinamakan tes Stanford Binet dikarenakan di revisi di Stanford University
Edisi ke 4 tes Stanford Binet pada tahun 1985 : adanya panambahan tentang analisis respon individual dari segi 4 fungis yaitu penalaran verbal, penalaran kuantitatif, penalaran visual abstrak, dan memori jangka pendek
Tes Binet ini masih sering digunakan untuk mengetahui intelegensi seorang murid.


B.     Skala Wechsler
Skala Wechsler dikemukakan oleh David Wechsler
Skala ini terdiri dari 11 skala
Dan diambil dari 6 IQ verbal dan 5 IQ kinerja
Skala Wechsler ini terdiri dari 3:
WPPSI-R-> Wechsler Preschool & Primary Scale of Intelligence – Revised ( 4-6½tahun)
WISC-R-> Wechsler Intelligence Scale for Children-Revised (6-16 tahun)
WAIS-R-> Wechler Adult Intelligence Scale-Revised
Manfaat dari Skala Wechsler: Untuk melihat kemampuan & kelemahan intelegensi seorang murid.

Tes Individual VS Tes Kelompok
Stanford Binet dan Wechler telah mengemukakan dalam tes individual yang berfungsi -> untuk melihat atau meneliti minat dan perhatian murdi, melihat tingkat toleransi dalam rasa frustasi, dan menyusun sampel perilaku murid.
Dalam tes kelompok, Lorge Thorndike mengemukakan tes tersebut.tes kelompok memang lebih ekonomis dan nyaman tetapi kekurangan dari tes ini adalah tidak bisa  melihat atau meneliti minat dan perhatian murdi, melihat tingkat toleransi dalam rasa frustasi, dan menyusun sampel perilaku murid,keterbalikan dari tes individual.

Teori Multiple Intelligence
Pada 1930, Thurstone mengatakan ada 7 kemampuan intelektual spesifik (kemampuan primer) yaitu: Pemahaman verbal,kemampuan angka,kefasihan kata,visualisasi spasial, memori asosiatif, penalaran, kecepatan persepsi

Teori Triarkis Stenberg
Teori yang dikemukakan oleh Robert J. Stenberg
Intelegensi muncul dalam 3 bentuk yaitu : analisis, kreatif, dan praktis
1.      Analisis           : kemampuan menganalisa, mengevaluasi
Anak yang analisis cenderung disebut anak pintar,disukai disekolah dikarenakan mudah menyerap ilmu yang diberikan guru, dan berhasil menjawab pertanyaan
2.      Kreatif             :kemampuan menciptakan,mendesain
Anak yang kreatif  tidak mendapat ranking,tidak dapat mengerjakan tugas,sering membuat jawaban aneh dan tidak lazim, tetapi unik dan aneh sehingga sering disalahkan.
3.      Praktis :fokus pada kemampuan menggunakan,mempraktikkan
Anak praktis Kesulitan memenuhi keinginan sekolah tetapi berprestasi di luar sekolah dan mempunyai keahlian sosial yang bagus dan pemahaman yang baik.
Berbeda dengan tes lain,Tidak ada tes intelegensi Stenberg

8 Kerangka Pikiran Gardner
Banyak tipe intelegensi spesifik / kerangka pikiran
·         Keahlian verbal                       :  kemampuan berpikir dengan kata dan cerdas dalam hal fisik
·         keahlian spasial                       : kemampuan berpikir 3 dimensi
·         keahlian matematika   : kemampuan dalam pengoperasian matematika
·         keahlian tubuh/kinestetik        : kemampuan memanipulasi objek dan cerdas dalam hal fisik
·         keahlian musik                        : sensitif dengan nada, melodi dan irama
·         keahlian intrapersonal : kemampuan memahami diri sendiri
·         keahlian interpersonal : kemampuan memahami dan berinteraksi dengan orang lain
·         kemampuan naturalis  : kemampuan mengamati pola di alam

Proyek Spektrum
Usaha yang dilakukan Gardner dalam pengujian kedelapan intelegensi anak.dapat mengungkapkan kelebihan terpendam dalam diri murid, Proyek Spektrum juga dapat melihat kelemahan yang tersembunyi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar